Di balik kemudahan layanan transportasi online yang setiap hari dipakai jutaan masyarakat Indonesia, ada cerita panjang mengenai kehidupan driver ojol yang jarang benar-benar dipahami publik. Banyak orang mengira persoalan utama ojek online hanya soal besaran potongan aplikasi. Padahal kenyataannya jauh lebih rumit dibanding sekadar angka 10% atau 20%. Beberapa waktu terakhir, isu kesejahteraan driver ojol kembali ramai dibahas setelah muncul tuntutan terkait pembagian hasil dan kondisi kerja di lapangan. Namun di tengah berbagai pernyataan resmi, masih banyak fakta yang justru memperlihatkan bahwa sistem kerja ojol di Indonesia menyimpan persoalan yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan. Sistem Pembagian Pendapatan Driver Ojol yang Masih Membingungkan Banyak pengguna transportasi online mengira bahwa ketika membayar ongkos perjalanan sebesar Rp15.000, maka sebagian besar uang tersebut otomatis masuk ke kantong pengemudi. Faktanya, perhitungan di lapangan tidak ses...
Di tengah derasnya arus media sosial, tidak semua figur publik mampu bertahan ketika dihujani kritik, fitnah, hingga tekanan psikologis berkepanjangan. Fenomena ini semakin terasa ketika seseorang membawa gagasan yang dianggap berbeda dari arus utama. Tidak sedikit tokoh dakwah digital Indonesia yang akhirnya memilih menghilang, mengurangi aktivitas, atau bahkan berhenti tampil karena tekanan publik yang terlalu besar. Percakapan mendalam memperlihatkan sisi lain dari dunia dakwah modern yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka. Di balik jumlah pengikut yang besar dan popularitas di internet, ternyata ada fase berat berupa hujatan, fitnah, pengucilan, hingga ancaman yang menguras mental seseorang secara perlahan. Kisah Mental Dakwah Digital Indonesia yang Tidak Banyak Orang Tahu Popularitas di media sosial sering dianggap identik dengan kenyamanan hidup. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Dalam obrolan tersebut, terungkap bagaimana tekanan besar justru datang ketika s...