Posts

Kepemimpinan Ideal ala Iskandar Zulkarnain

Image
Jauh sebelum konsep demokrasi, hak asasi manusia, dan toleransi beragama dikenal luas, Iskandar Zulkarnain telah mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kepemimpinan nyata. Sosok ini tidak hanya dikenang sebagai penakluk wilayah yang luas, tetapi juga sebagai pemimpin visioner dengan moralitas tinggi dan kecerdasan strategis luar biasa. Artikel ini mengulas sisi kepemimpinan Iskandar Zulkarnain yang jarang dibahas, termasuk pemikiran politik, strategi diplomasi, serta warisan peradaban yang masih terasa hingga hari ini. Sejarah Kepemimpinan Iskandar Zulkarnain yang Jarang Diketahui Kisah Iskandar Zulkarnain bermula dari intrik politik di Persia kuno. Seorang raja bernama Astiages pernah bermimpi tahtanya akan direbut oleh cucunya sendiri. Ketakutan tersebut mendorong rencana tragis untuk melenyapkan bayi yang baru lahir. Namun, rencana itu gagal. Bayi tersebut diselamatkan oleh seorang panglima yang memilih nurani dibandingkan perintah. Anak itu tumbuh dalam lingkungan sederhana, jauh...

Psikologi Premanisme di Indonesia

Image
Sebelum manusia mengenal konflik sosial, sejarah kehidupan telah lebih dulu mencatat mekanisme persaingan alamiah sejak era organisme paling sederhana. Reproduksi, seleksi alam, hingga kemunculan peran jantan dalam sistem biologis membentuk pola dasar: yang paling kuat bertahan, yang paling unggul melanjutkan generasi. Asal Usul Naluri Kompetitif Di sinilah benih naluri kompetitif laki-laki mulai terbentuk, jauh sebelum konsep peradaban, negara, atau sistem sosial dikenal. Evolusi Perilaku Laki-Laki dan Dorongan Testosteron Dorongan untuk bersaing bukan sekadar konstruksi sosial, melainkan bagian dari struktur biologis, terutama dipengaruhi oleh hormon testosteron. Hormon ini mendorong keberanian, agresivitas, hasrat menang, dan kecenderungan untuk mendominasi dalam hierarki sosial. Naluri tersebut dapat menghasilkan prestasi luar biasa, tetapi juga berpotensi melahirkan perilaku destruktif bila tidak diarahkan dengan tepat. Kewirausahaan, Risiko, dan Mentalitas Kompetisi Ekstrem Dunia...

Isu One World Government pada Agenda Global 2030

Image
Sejak konferensi internasional seperti Earth Summit pada awal 1990-an, berbagai negara — termasuk Indonesia — telah menandatangani komitmen terhadap program global jangka panjang yang sering dikaitkan dengan Agenda 2030.  Timeline Agenda 2030 dan Program Global di 179 Negara Program-program ini tidak bersifat sukarela sepenuhnya, melainkan mengandung banyak klausul bernuansa “negara wajib melaksanakan”, dengan tenggat waktu, target, dan indikator kinerja yang sudah ditentukan. Hal ini memunculkan anggapan bahwa setiap kementerian, lembaga, hingga aparat negara bekerja mengikuti skrip besar yang sudah dipetakan secara global, lengkap dengan anggaran, SOP, dan target capaian. Sistem Global, Agenda 2030, dan Kontrol Kebijakan Nasional Dalam diskursus tertentu, agenda global dipandang sebagai mekanisme penggiringan kebijakan nasional menuju satu arah yang seragam. Mulai dari isu lingkungan, digitalisasi, transisi energi, hingga pembangunan berkelanjutan, semuanya dianggap terhubung dal...

Bahaya FOMO Epstein File!

Image
Rasa penasaran terhadap Epstein File terus meningkat, namun dorongan untuk mencarinya di internet justru menyimpan risiko besar. Banyak situs yang mengklaim memiliki file asli, padahal sebenarnya berisi malware, spyware, penipuan digital, dan jebakan keamanan. Ancaman ini bukan hanya berpotensi merusak perangkat, tetapi juga dapat mengganggu privasi serta keamanan data pribadi. Alih-alih mendapatkan kebenaran, pencarian tersebut sering kali berujung pada paparan konten berbahaya yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dari rasa ingin tahu publik. Hoaks Seputar Epstein File dan Skandal Global Isu mengenai Epstein File telah dipenuhi oleh narasi menyesatkan dan teori konspirasi. Mulai dari klaim kanibalisme, ritual ekstrem, pembunuhan tokoh ternama, hingga kisah sensasional yang tidak pernah terbukti secara faktual. Sebagian besar cerita ini hanyalah umpan klik yang dirancang untuk memanipulasi emosi dan membentuk opini publik. Dalam banyak kasus, rumor te...

Kejanggalan Diplomasi Indonesia pada Dewan Perdamaian Gaza

Image
Di saat gencatan senjata diumumkan dan dunia berharap pada stabilitas kawasan, justru serangan kembali terjadi di Gaza. Situasi ini memunculkan satu pertanyaan besar: apa manfaat Dewan Perdamaian Gaza jika konflik tetap berlanjut?  Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika sejumlah negara, termasuk Indonesia, memutuskan untuk bergabung dalam Board of Peace Amerika Serikat, sebuah lembaga yang diklaim bertujuan menciptakan perdamaian di Gaza. Alih-alih menghadirkan optimisme, pembentukan dewan ini justru memunculkan banyak tanda tanya, terutama terkait komposisi anggotanya, tujuan jangka panjang, serta implikasinya terhadap kemerdekaan Palestina. Keputusan Indonesia Bergabung dengan Board of Peace Keputusan Presiden untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza dinilai sebagai langkah diplomatik strategis. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa ini merupakan peluang bersejarah untuk mendorong perdamaian serta menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara ba...

Kontroversi Ijazah dan Realita Kepalsuan Pendidikan di Indonesia

Image
Membahas ijazah seorang presiden seharusnya menjadi diskusi berbasis data, bukan emosi. Namun, polemik yang terus berulang justru membuka satu cermin besar: bagaimana budaya kepalsuan mengakar dalam sistem pendidikan Indonesia. Menariknya, alih-alih langsung mengambil kesimpulan, ada pendekatan yang lebih relevan—melihat ekosistem pendidikan secara menyeluruh sebelum menilai keaslian satu dokumen akademik. Fenomena Nilai Palsu di Sekolah Indonesia Jika menilik pengalaman banyak pelajar, praktik mencontek, salin-tempel tugas, hingga manipulasi nilai bukanlah hal langka. Ironisnya, kejujuran sering dianggap sebagai sikap yang merugikan, sementara perilaku tidak jujur justru dianggap normal. Akibatnya: Nilai rapor sering tidak mencerminkan kompetensi asli Prestasi akademik menjadi formalitas Standar kualitas pendidikan semakin kabur Di banyak kasus, angka yang tinggi tidak selalu berarti kemampuan yang unggul. Manipulasi Ujian Nasional dan Sistem Evaluasi Akademik Dalam berbagai periode, ...

Fenomena Pemujaan Pemimpin di Indonesia dan Dampaknya bagi Demokrasi Sehat

Image
Tidak semua kebijakan publik berdampak sempit. Kadang, satu keputusan sederhana mampu menyentuh banyak aspek kehidupan—mulai dari kedisiplinan, keselamatan, kesehatan, hingga budaya sosial. Contoh nyata adalah kebijakan pelarangan siswa menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, yang dinilai mampu memperbaiki tertib lalu lintas, kualitas udara, dan karakter generasi muda secara bersamaan. Namun, di balik kebijakan yang baik, ada persoalan yang jauh lebih besar: cara masyarakat memperlakukan pemimpinnya. Budaya Menyanjung Tokoh Publik di Indonesia Secara Berlebihan Masyarakat Indonesia dikenal cepat mengagungkan figur yang dianggap ideal. Ketika seorang pemimpin tampil merakyat, tegas, dan solutif, sanjungan bisa mengalir secara masif. Masalah muncul saat pujian berubah menjadi kultus, dan kritik dianggap sebagai serangan. Fenomena ini berulang dalam sejarah: Tokoh yang awalnya dielu-elukan Dipuja sebagai penyelamat Lalu dijatuhkan secara brutal saat ekspektasi tidak terpenuhi Ini bukan...