Fenomena Pemujaan Pemimpin di Indonesia dan Dampaknya bagi Demokrasi Sehat
Tidak semua kebijakan publik berdampak sempit. Kadang, satu keputusan sederhana mampu menyentuh banyak aspek kehidupan—mulai dari kedisiplinan, keselamatan, kesehatan, hingga budaya sosial. Contoh nyata adalah kebijakan pelarangan siswa menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, yang dinilai mampu memperbaiki tertib lalu lintas, kualitas udara, dan karakter generasi muda secara bersamaan. Namun, di balik kebijakan yang baik, ada persoalan yang jauh lebih besar: cara masyarakat memperlakukan pemimpinnya. Budaya Menyanjung Tokoh Publik di Indonesia Secara Berlebihan Masyarakat Indonesia dikenal cepat mengagungkan figur yang dianggap ideal. Ketika seorang pemimpin tampil merakyat, tegas, dan solutif, sanjungan bisa mengalir secara masif. Masalah muncul saat pujian berubah menjadi kultus, dan kritik dianggap sebagai serangan. Fenomena ini berulang dalam sejarah: Tokoh yang awalnya dielu-elukan Dipuja sebagai penyelamat Lalu dijatuhkan secara brutal saat ekspektasi tidak terpenuhi Ini bukan...