Pertanyaan tersebut semakin sering terdengar ketika konflik antar ormas justru menimbulkan keresahan publik, merusak fasilitas umum, bahkan menciptakan ketegangan sosial yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat biasa. Di tengah situasi seperti itu, muncul kebingungan yang cukup masuk akal. Banyak organisasi memakai nama masyarakat, tetapi sebagian warga justru merasa tidak pernah diwakili aspirasinya. Tidak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa ada ormas yang identik dengan aksi kekerasan, pungutan liar, atau tekanan terhadap kelompok tertentu, padahal secara teori organisasi masyarakat seharusnya menjadi jembatan aspirasi rakyat dalam sistem demokrasi. Fungsi Ormas dalam Demokrasi Indonesia Modern Dalam konsep negara demokrasi, organisasi masyarakat sebenarnya memiliki posisi yang sangat penting. Ormas dibentuk sebagai wadah berkumpulnya warga yang mempunyai kesamaan kepentingan, ideologi, latar belakang budaya, maupun tujuan sosial tertentu. Karena itu, sejarah organisas...
Dalam perjalanan spiritual manusia, ada satu fase yang paling berat untuk dijelaskan dengan logika biasa, yaitu ketika seseorang merasa dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan karena takut terhadap hukuman, melainkan karena cinta yang begitu besar. Banyak orang mencari ketenangan batin melalui berbagai cara, tetapi sedikit yang benar-benar memahami bahwa dalam tradisi Islam generasi awal, hubungan dengan Tuhan dibangun melalui kasih sayang, harapan, dan keyakinan bahwa rahmat-Nya tidak pernah tertutup. Kisah Rabiah Al-Adawiyah dan Rahmat Allah yang Tidak Pernah Tertutup Salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah tasawuf Islam menceritakan tentang seorang perempuan yang mengeluhkan dirinya merasa jauh dari Allah. Ia merasa doanya tidak lagi dikabulkan dan hidupnya dipenuhi kehampaan spiritual. Sang guru yang mendengarkan curahan hatinya menyarankan agar ia terus mengetuk pintu rahmat Allah melalui tobat dan doa tanpa henti. Namun, Rabiah Al-Adawiyah memberikan jawaban yang just...