Perkembangan teknologi manusia sering kali terlihat seperti sesuatu yang sederhana ketika diamati satu per satu. Robot berjalan, kecerdasan buatan menjawab pertanyaan, organ buatan membantu pasien, atau teknologi pengeditan gen mungkin terdengar seperti inovasi yang berdiri sendiri. Namun, jika seluruh perkembangan tersebut disatukan dalam satu gambaran besar, muncul pertanyaan yang jauh lebih serius: seperti apa masa depan manusia ketika teknologi tidak lagi sekadar membantu manusia, tetapi mulai meniru, memperbaiki, bahkan menciptakan bagian-bagian dari kehidupan manusia itu sendiri? Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik ketika melihat sejarah gagasan mengenai manusia buatan. Jauh sebelum istilah robot, android, dan kecerdasan buatan dikenal seperti sekarang, manusia ternyata sudah membayangkan kemungkinan menciptakan sosok yang menyerupai manusia. Salah satu kisah yang menarik berasal dari kitab Liezi, karya pemikiran Tiongkok kuno yang dalam dibahas berasal dari sekitar abad ...
Kisah tentang Adam dan Hawa merupakan salah satu narasi paling dikenal dalam sejarah peradaban manusia. Hampir setiap orang, baik yang berasal dari latar belakang agama maupun yang tidak beragama, setidaknya pernah mendengar cerita mengenai kehidupan manusia pertama di Taman Eden sebelum akhirnya terusir akibat melanggar larangan yang telah ditetapkan. Selama berabad-abad, kisah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari keyakinan keagamaan, tetapi juga memancing rasa ingin tahu para peneliti, sejarawan, hingga ilmuwan yang mencoba mencari kemungkinan lokasi sebenarnya dari Taman Eden. Pencarian tersebut tidak selalu dilakukan untuk membuktikan kebenaran agama tertentu. Banyak akademisi justru memandang kisah Adam dan Hawa sebagai bagian dari warisan budaya yang mungkin berakar pada peristiwa nyata di masa lampau. Dari sudut pandang inilah berbagai teori mengenai lokasi Taman Eden menurut ilmuwan, asal-usul surga Eden, hingga hubungan Nusantara dengan Taman Eden terus berkembang. M...