Studi tour sekolah selama ini sering dipandang sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi sarana belajar di luar ruang kelas. Siswa dapat mengunjungi tempat baru, mengenal lingkungan berbeda, melihat secara langsung objek yang selama ini hanya dipelajari melalui buku, sekaligus menghabiskan waktu bersama teman-teman. Namun, di balik kegiatan tersebut, muncul persoalan yang jauh lebih serius ketika pelaksanaannya tidak lagi berorientasi pada pendidikan, melainkan berubah menjadi ladang keuntungan bagi pihak tertentu. Persoalan studi tour bukan sekadar mengenai boleh atau tidaknya sekolah mengajak siswa bepergian ke luar daerah. Ada rangkaian masalah yang perlu dilihat secara lebih luas, mulai dari transparansi penggunaan dana, pemilihan perusahaan perjalanan, kondisi kendaraan, jam kerja pengemudi, hingga dugaan adanya pungutan dan pembagian keuntungan di lingkungan sekolah. Ketika berbagai persoalan tersebut bertemu dalam satu kegiatan, keselamatan siswa dapat menjadi pihak y...
Kemiskinan sering kali hanya dipahami sebagai persoalan tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, ketika kondisi ekonomi seseorang berada pada titik yang sangat lemah, persoalannya dapat merambat jauh ke berbagai aspek kehidupan. Akses terhadap pendidikan, bantuan hukum, kesempatan kerja, jaringan sosial, bahkan kemampuan mempertahankan diri ketika menghadapi persoalan hukum dapat ikut terpengaruh. Dari sinilah muncul pertanyaan yang jauh lebih besar: mengapa orang miskin sering kali menjadi pihak yang paling rentan ketika berhadapan dengan sistem yang tidak berpihak? Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan yang mengangkat pengalaman menghadapi somasi, persoalan hukum, ketimpangan sosial, hingga kekhawatiran mengenai masa depan kelas menengah akibat perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi. Cerita yang disampaikan tidak berhenti pada pengalaman pribadi, tetapi kemudian melebar menjadi kritik terhadap ketimpangan kekuasaan dan pentingnya...


