Istilah mentalitas budak dalam kehidupan modern terdengar keras, bahkan mungkin membuat sebagian orang langsung merasa tersinggung. Padahal, istilah tersebut tidak sedang membicarakan status seseorang sebagai budak dalam pengertian sejarah, melainkan pola pikir ketika seseorang terlalu bergantung pada perintah, pengakuan, perlindungan, atau keputusan pihak lain. Seseorang dapat hidup dalam masyarakat yang bebas, memiliki pendidikan tinggi, mempunyai pekerjaan, bahkan mempunyai penghasilan sendiri, tetapi tetap mengalami kesulitan menentukan apa yang harus dilakukan ketika tidak ada orang lain yang memberikan instruksi. Kebebasan akhirnya terasa seperti beban karena tidak ada lagi komando yang bisa diikuti. Persoalan tersebut menarik karena kehidupan modern sebenarnya memberikan ruang yang jauh lebih luas untuk mengambil keputusan sendiri. Teknologi membuat seseorang dapat belajar dari berbagai sumber, internet membuka kesempatan membangun usaha, informasi tersedia dalam jumlah besar, d...
Pemindahan ibu kota negara merupakan keputusan besar yang konsekuensinya tidak berhenti pada pembangunan gedung pemerintahan. Ketika sebuah negara memutuskan membangun pusat pemerintahan baru, ada rangkaian persoalan yang harus diperhitungkan secara bersamaan, mulai dari kesiapan lahan, kondisi lingkungan, kebutuhan air dan listrik, transportasi, permukiman masyarakat, pembiayaan, hingga keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang. Karena itu, pembahasan mengenai IKN dan pemindahan ibu kota Indonesia tidak cukup hanya dilihat dari megah atau tidaknya bangunan yang berhasil didirikan. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah proses menuju terbentuknya kota baru tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam beberapa dekade mendatang. Mengapa Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta Menjadi Perdebatan Panjang? Jakarta memang memiliki persoalan perkotaan yang sangat kompleks. Kepadatan penduduk, kemacetan, tekanan terhadap infrastruktur, per...


