Skip to main content

Posts

Mengapa Lulusan Perguruan Tinggi Sulit Mendapat Kerja?

Memiliki gelar sarjana tidak selalu berarti seseorang otomatis siap memasuki dunia profesional. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, ijazah memang masih menjadi salah satu dokumen penting dalam proses rekrutmen, tetapi perusahaan pada akhirnya membutuhkan kemampuan yang benar-benar dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Seseorang dapat mempunyai nilai akademik tinggi, menyelesaikan pendidikan dalam waktu cepat, bahkan berasal dari perguruan tinggi ternama, tetapi tetap mengalami kesulitan ketika harus mempresentasikan gagasan, menyelesaikan persoalan nyata, bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan klien, atau mengambil keputusan ketika menghadapi tekanan. Inilah salah satu alasan mengapa pembahasan mengenai skill lulusan perguruan tinggi di Indonesia menjadi semakin penting. Masalah tersebut sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan kampus. Cara seseorang menjalani pendidikan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi ikut menentukan pola berpikirnya ketika memasuki dun...

Recent posts

Mengkritisi Cara Pandang Poligami, Empati, dan Relasi Rumah Tangga

Pembahasan mengenai pernikahan, poligami, dan peran seorang ustaz dalam kehidupan rumah tangga sering kali berada di wilayah yang sensitif. Agama, budaya, hubungan personal, serta pandangan mengenai hak dan kewajiban suami istri dapat bercampur menjadi satu sehingga sebuah nasihat yang terdengar sederhana bisa mempunyai konsekuensi yang cukup besar ketika diterapkan dalam kehidupan nyata. Karena itu, membicarakan cara memilih pasangan dalam pernikahan, termasuk ketika seseorang mendapatkan pinangan dari tokoh agama, seharusnya tidak hanya berangkat dari gelar, popularitas, atau kemampuan berbicara di depan jamaah. Karakter, tanggung jawab, kemampuan berkompromi, kematangan emosional, serta cara memperlakukan pasangan merupakan bagian yang tidak kalah penting. Di tengah masyarakat, terdapat anggapan bahwa seseorang yang mempunyai pengetahuan agama tentu akan lebih mudah membangun keluarga harmonis. Anggapan tersebut terdengar masuk akal, tetapi pengetahuan agama dan kemampuan menjalani ...

Pengawasan Pemasyarakatan atas Temuan Hunian Mewah di Lapas

Temuan mengenai fasilitas mewah di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, membuka kembali pembicaraan mengenai kesetaraan perlakuan terhadap warga binaan, pengawasan lembaga pemasyarakatan, serta kemungkinan adanya celah dalam tata kelola pemasyarakatan. Inspeksi mendadak yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia pada 23 September 2026 menemukan sejumlah bangunan yang disebut menyerupai hunian atau apartemen, lengkap dengan berbagai fasilitas rumah tangga. Dalam perkembangannya, Ombudsman menyampaikan bahwa area tersebut juga memiliki persoalan keamanan dan dugaan komersialisasi yang masih perlu didalami. Peristiwa tersebut kemudian mendapatkan perhatian luas karena persoalannya bukan sekadar mengenai keberadaan ruangan dengan fasilitas yang terlihat lebih nyaman. Pertanyaan yang jauh lebih besar berkaitan dengan bagaimana fasilitas tersebut bisa berada di lingkungan lapas, siapa yang dapat menggunakannya, apakah terdapat mekanisme pembayaran tertentu,...

10 Kebiasaan Orang Tua yang Penting untuk Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Membesarkan anak sering kali dipahami sebagai kegiatan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak diberi makan, disekolahkan, dibelikan pakaian, disediakan tempat tinggal, kemudian diharapkan tumbuh menjadi orang dewasa yang baik. Padahal, proses menjadi orang tua jauh lebih kompleks daripada sekadar memastikan anak tumbuh secara fisik. Cara orang tua merespons pertanyaan, kesalahan, keinginan, emosi, bahkan rasa ingin tahu anak dapat meninggalkan pengaruh yang panjang terhadap cara anak memahami dirinya sendiri dan berhubungan dengan orang lain. Pendidikan karakter anak sebenarnya berlangsung jauh sebelum seorang anak mengenal buku pelajaran. Rumah merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar mengenai kepemilikan, tanggung jawab, kejujuran, empati, aturan, batasan, komunikasi, dan hubungan sosial. Apa yang berulang kali dilihat dan dialami anak dapat menjadi pola yang terbawa hingga dewasa. Karena itu, pembahasan mengenai cara mendidik anak agar bertanggung jawab sejak kecil tidak cukup...

Mengapa Warga Memilih Kabur Aja Dulu ke Luar Negeri?

Ketika seseorang memutuskan meninggalkan sebuah negara, alasannya hampir tidak pernah sesederhana persoalan pekerjaan atau pendapatan. Ada orang yang mengejar pendidikan, ada yang mencari lingkungan bisnis yang lebih mendukung, ada pula yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, keamanan, kepastian hukum, atau kualitas hidup yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, fenomena warga negara Indonesia yang memilih tinggal di luar negeri menarik untuk dibaca dari sudut yang lebih luas. Persoalannya bukan semata-mata mengenai negara mana yang lebih nyaman, melainkan tentang bagaimana sebuah negara membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusinya sendiri. Perdebatan mengenai kepindahan warga Indonesia ke negara lain juga tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bukti bahwa Indonesia gagal atau negara tujuan selalu lebih baik. Keputusan seseorang untuk pindah merupakan persoalan yang kompleks dan dipengaruhi oleh kondisi keluarga, pekerjaan, pendidikan, pajak, keamanan...