Apakah Tuhan Bisa Merasa Bosan?
Justru dari konsep neraka dengan gambaran pengulangan tanpa akhir, pertanyaan tentang kebosanan menjadi relevan. Dalam sebagian pemahaman teologis, neraka digambarkan sebagai siksaan yang terus berulang. Tubuh hancur, lalu kembali utuh, lalu tersiksa lagi—sebuah time loop abadi yang tidak memberi jeda. Bahkan tanpa rasa sakit sekalipun, pengulangan tanpa akhir dapat terasa menyesakkan. Ide tentang waktu yang berulang terus-menerus inilah yang memantik renungan lebih jauh: jika pengulangan saja menyiksa manusia, bagaimana dengan eksistensi yang abadi dan tanpa batas? Di titik inilah muncul pertanyaan filosofis klasik: apakah Tuhan mengalami kebosanan dalam kemahaan-Nya? Pertanyaan ini kerap dianggap tabu. Namun dalam sejarah pemikiran Islam, diskusi semacam ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Konsep Tuhan dalam Filsafat Tasawuf Salah satu tokoh yang berani membahasnya adalah Ibnu Arabi, seorang sufi dan filsuf besar dalam tradisi tasawuf. Dalam karya monumentalnya, Futuhat al-Makkiy...